Saturday, 4 April 2015

Surat untuk Ibu

Assalamualaikum....

Ibu ku yang cantik, bagaimana kabarmu? aku benar-benar merindukanmu ibu, aku juga rindu adikku, rehan serta nenek dan kakek. Aku rindu melihat semua canda dan tawa kalian. Tampaknya, saat menulis surat ini, aku ingin pulang dan segera memeluk kalian semua.

Ibu, bagaimana nenek dan kakek? Apakah mereka baik-baik saja? beritahu nenek  untuk tidak terlalu lelah. Hal ini dapat menurunkan daya tahan tubuhnya, dan ingatkan dia untuk jangan lupa meminum obat dari dokter. Lalu bagaimana dengan kakek bu? Masihkah dia merokok? Beritahu padanya bahwa aku sangat membenci itu. Oh iya bu, katakan kepada rehan untuk makan tepat  waktu dan jangan lupa minum susu.  

Ibu, maafkan aku, sepertinya,  lebaran tahun ini aku tidak bisa pulang. Pekerjaan ku tahun ini cukup banyak, bos ku tidak bisa mengijinkan aku untuk pulang ke desa . Tapi jangan khawatir, jika aku melakukan yang terbaik, maka aku akan diberi  gaji ekstra yang lumayan,  Sehingga aku bisa menabung untuk membayar biaya kuliah dan  mengirim uang kesana  untuk ibu membeli baju baru dan keperluan lebaran. Semua yang aku lakukan adalah untuk kinerja yang lebih baik, sehingga, lebaran tahun depan aku  bisa pulang dan menemuimu, ibu.

Ketika aku kembali ke desa kita nanti,  aku punya satu permintaan.
Aku  berharap ibu membuat makanan favoritku  setiap hari. Aku ingin makan nasi goreng, aku ingin makan tumis kacang panjang batanmu yang tiada tanding rasanya, dan aku ingin mencicipi menu baru yang baru saja ibu temukan resepnya di google beberapa bulan yang lalu, yaitu nugget ayam.  Jangan lupa ya, bu. Aku akan senang untuk mencicipi semua makanan ibu setiap hari. Aku bosan dengan ayam kfc disini, bu. Aku sangat sering membelinya karna lokasinya tepat  di sebelah kampusku.


Bu, bapak disini sehat. Beliau akan menyelesaikan S2 nya dan akan wisuda bulan Oktober  tahun ini. Aku sangat kagum kepada bapak. Meskipun dia sibuk bekerja, tapi dia selalu punya waktu untuk belajar, tidak seperti aku yang pemalas ini.

Jangan khawatir kepada kami bu, karna sekarang aku adalah gadis  besar yang mandiri.  Kini aku bukan gadis kecil yang menangis ketika kau suruh belajar untuk mencuci bajuku sendiri. Betapa hebatnya aku bu, sekarang aku bisa memasak ikan goreng dan  mencuci bajuku sendiri, namun tidak jarang aku mengantar pakaian kotorku ke laundry jika aku merasa lelah karna bekerja seharian lalu kuliah di malam harinya. Dan aku rasa  kau tau sendiri kan bu, kini bapak sudah memiliki istri baru yang mengurus semua keperluannya,  Jadi tak ada alasan apapun untuk kau mengkhawatirkan  kami disini.


Bu, Senyummu adalah penghilang semua rasa lelahku, tawamu adalah penghilang semua rasa sakitku dan dekapanmu adalah sumber semangat untuk jiwaku. Tanpamu mungkin aku tidak bisa menjadi seperti saat ini, bahkan aku mungkin tidak bisa hidup di dunia  karena kau adalah alasan terbesarku untuk terus berjuang dalam hidup ini. Aku mencintaimu, Bu.



-anakmu yang tak pernah redup mencintaimu.


No comments:

Post a Comment