Assalamualaikum....
Ibu ku yang cantik, bagaimana kabarmu?
aku benar-benar merindukanmu ibu, aku juga rindu adikku, rehan serta nenek dan
kakek. Aku rindu melihat semua canda dan tawa kalian. Tampaknya, saat menulis
surat ini, aku ingin pulang dan segera memeluk kalian semua.
Ibu, bagaimana nenek dan kakek? Apakah
mereka baik-baik saja? beritahu nenek
untuk tidak terlalu lelah. Hal ini dapat menurunkan daya tahan tubuhnya,
dan ingatkan dia untuk jangan lupa meminum obat dari dokter. Lalu bagaimana
dengan kakek bu? Masihkah dia merokok? Beritahu padanya bahwa aku sangat
membenci itu. Oh iya bu, katakan kepada rehan untuk makan tepat waktu dan jangan lupa minum susu.
Ibu, maafkan aku, sepertinya, lebaran tahun ini aku tidak bisa pulang. Pekerjaan
ku tahun ini cukup banyak, bos ku tidak bisa mengijinkan aku untuk pulang ke
desa . Tapi jangan khawatir, jika aku melakukan yang terbaik, maka aku akan
diberi gaji ekstra yang lumayan, Sehingga aku bisa menabung untuk membayar
biaya kuliah dan mengirim uang kesana untuk ibu membeli baju baru dan keperluan
lebaran. Semua yang aku lakukan adalah untuk kinerja yang lebih baik, sehingga,
lebaran tahun depan aku bisa pulang dan
menemuimu, ibu.
Ketika aku kembali ke desa kita nanti, aku punya satu permintaan.
Aku berharap ibu membuat makanan favoritku setiap hari. Aku ingin makan nasi goreng, aku
ingin makan tumis kacang panjang batanmu yang tiada tanding rasanya, dan aku
ingin mencicipi menu baru yang baru saja ibu temukan resepnya di google
beberapa bulan yang lalu, yaitu nugget ayam.
Jangan lupa ya, bu. Aku akan senang untuk mencicipi semua makanan ibu setiap
hari. Aku bosan dengan ayam kfc disini, bu. Aku sangat sering membelinya karna
lokasinya tepat di sebelah kampusku.
Bu, bapak disini sehat. Beliau akan
menyelesaikan S2 nya dan akan wisuda bulan Oktober tahun ini. Aku sangat kagum kepada bapak. Meskipun
dia sibuk bekerja, tapi dia selalu punya waktu untuk belajar, tidak seperti aku
yang pemalas ini.
Jangan khawatir kepada kami bu, karna
sekarang aku adalah gadis besar yang
mandiri. Kini aku bukan gadis kecil yang
menangis ketika kau suruh belajar untuk mencuci bajuku sendiri. Betapa hebatnya
aku bu, sekarang aku bisa memasak ikan goreng dan mencuci bajuku sendiri, namun tidak jarang aku
mengantar pakaian kotorku ke laundry jika aku merasa lelah karna bekerja
seharian lalu kuliah di malam harinya. Dan aku rasa kau tau sendiri kan bu, kini bapak sudah
memiliki istri baru yang mengurus semua keperluannya, Jadi tak ada alasan apapun untuk kau
mengkhawatirkan kami disini.
Bu, Senyummu adalah penghilang semua
rasa lelahku, tawamu adalah penghilang semua rasa sakitku dan dekapanmu adalah
sumber semangat untuk jiwaku. Tanpamu mungkin aku tidak bisa menjadi seperti
saat ini, bahkan aku mungkin tidak bisa hidup di dunia karena kau adalah alasan terbesarku untuk
terus berjuang dalam hidup ini. Aku mencintaimu, Bu.
-anakmu yang tak pernah redup mencintaimu.

No comments:
Post a Comment